Profile

Alleyarch didirikan pada tahun 2007 bulan Mei di Semarang. Nama Alleyarch diambil dari nama depan pendiri yang sekaligus sebagai Principle Architect yaitu Ali Muhtarom, ST.

Alley dalam Bahasa Inggris berarti lorong, mempunyai filosofi memberikan tuntunan arah. Sedangkan Arch merupakan kependekan dari Architecture. Diharapkan Alleyarch mampu memberikan tuntunan kepada klien untuk mewujudkan hunian yang diidamkan, dan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan dunia Arsitektur.

Dengan didukung team work yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing, Alleyarch menyediakan pelayanan menyeluruh kepada para customer, baik di bidang Arsitektur, Desain Interior, Arsitektur Lansekap, dan Animasi 3D. 

Slogan yang diusung Alleyarch adalah “Spirit of Innovation”, menjadi arahan dalam berkarya serta merupakan komitmen Alleyarch kepada customer. Alley Arch akan selalu berusaha melakukan inovasi dan melakukan eksplorasi desain, sehingga didapatkan hasil karya yang segar dan disesuaikan dengan keinginan customer.


Ali Muhtarom, ST.     |     Principle Architect

Lahir di Pati, Jawa Tengah tanggal 20 Mei 1982. Pendidikan dasar diperoleh di Madrasah Manahijul Huda Pati, kemudian melanjutkan di SMA Futuhiyyah Mranggen. Pada tahun 2000 tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP sampai tahun 2005.

Sejak kuliah sudah aktif mendesain rumah tinggal. Kemudian pada tahun 2004 mendirikan Biro Arsitek A&A Desain, kemudian tahun 2007 berganti nama menjadi Alley Arch.


Buku kami :

30 Inspirasi Pengembangan Rumah Usaha

Judul : 30 Inspirasi Pengembangan Rumah Usaha
Penulis : Ali Muhtarom | Gilang Kamajati | Erik Supriatna
Jumlah Halaman : vi + 130 hlm
Ukuran : 17.5 x 24 cm
Harga : Rp 55.000
ISBN 979 799 151 2
Penerbit : Transmedia


Link pembelian :


30-inspirasi-pengembangan-rumah-usaha

Hal yang paling mudah untuk memulai membuka usaha adalah dengan membuka usaha di rumah.

30 Inspirasi Pengembangan Rumah Usaha

 

 Rumah bukan lagi sekadar tempat berlindung dari berbagai gangguan ataupun ekspresi dari penghuninya, tetapi rumah juga dapat dijadikan tempat usaha yang menghasilkan cashflow positif bagi pemiliknya. Rumah tinggal yang dijadikan sebagai rumah usaha sebenarnya sudah ada sejak dulu. Tetapi, kebanyakan hanya untuk membuka warung dan terlihat asal-asalan tanpa perencanaan yang matang.

Melalui buku ini, penulis coba membantu untuk memberikan alternatif penyelesaian terhadap permasalahan tersebut. Terdapat berbagai contoh kasus pengembangan rumah usaha untuk rumah tipe 21, 36, dan 45 yang biasa digunakan oleh pengembang. Pembahasan contoh kasus disajikan secara detail, yakni lengkap dengan gambar denah eksisting, denah pengembangan, tampak depan, potongan, serta gambar visualisasi 3D baik interior maupun eksterior. Dengan kelengkapan tersebut, contoh gambar yang ada pada buku ini dapat Anda jadikan panduan dalam merenovasi rumah menjadi rumah usaha.

 

Agar Anda mengetahui berapa perkiraan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah, buku ini juga dilengkapi dengan perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Adanya RAB diharapkan dapat membantu Anda dalam menghitung analisis bisnis. Biaya renovasi yang dijadikan bahan perhitungan bukan lagi sekadar asumsi, melainkan sudah dalam perhitungan yang riil. Dengan demikian, BEP (Break Event Point) atau titik impas yang menjadi acuan apakah usaha yang dijalankan layak atau tidak dapat terhitung lebih akurat.

Rencana Anggaran Biaya juga disajikan dalam bentuk CD sehingga harga material dapat disesuaikan dengan lokasi dan waktu pembelian. Cukup dengan mengganti harga material, secara otomatis harga bangunan akan berubah dengan sendirinya. Selain RAB, buku ini dilengkapi juga dengan perhitungan kebutuhan material. Berbeda dengan RAB yang menunjukkan berapa biaya yang diperlukan, perhitungan kebutuhan material ini menampilkan jumlah bahan material yang diperlukan untuk renovasi rumah tersebut.

 

Rincian perhitungan kebutuhan material juga disajikan dalam bentuk CD sehingga kebutuhan material per item pekerjaan dapat terlihat. Hal ini sangat membantu karena belanja material tidak dilakukan secara sekaligus melainkan secara bertahap dan selain itujuga dapat membantu mengontrol apakah bahan bangunan yang digunakan oleh tukang terlalu dihamburkan atau tidak.

Pengalaman penulis sebagai arsitek dan sekaligus sebagai kontraktor sangat membantu dalam penyusunan buku ini. Contoh desain dan pemaparan gambar yang ditampilkan disesuaikan dengan standar penulis pada saat berkarya. Hal ini dikarenakan sebagian dari isi buku merupakan karya penulis saat menangani desain renovasi rumah mungil. Sebagai kontraktor yang terbiasa menghitung RAB dengan cermat sebelum mengajukan penawaran, perhitungan RAB dan kebutuhan material dalam buku ini juga dihitung dengan cermat sesuai dengan standar penulis saat mengerjakan proyek.

Semoga kehadiran buku ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama Anda yang ingin merenovasi rumah. Dan bagi mahasiswa Arsitektur, semoga buku ini dapat dijadikan sumber inspirasi tatkala mendapatkan tawaran untuk mendesain sebuah rumah.